Hello ....wellcome to my blog.Android Geek is place your find anything about android.So if you search anything information about android,bookmark on your browser.I hope this blog can helping you solve problem your android trouble.Tank's for coming on Android Geek

Masih percaya dengan garansi resmi?

loading...



Kalau kamu tidak percaya,kamu berarti udah smart kayak hp Android kamu. Kalau kamu belum tahu aslinya,berarti kamu baca saja sampai tuntas.Tapi asal jangan kecewa saja dengan kenyataan pahit. Setiap kita membeli barang tentu kita menanyakan perihal garansi,atau jaminan pengantian(replace)atau hanya repair service dari penjual,bisa vendor,gerai atau penjualnya. Sangat jarang penjual tidak berkata,"ada garansinya kok,tenang saja",seolah olah menenangkan pembeli bahwa akan ada jaminan bahwa ponsel yang kita beli ini jika ternyata ada masalah,mereka akan bertanggung jawab. Kenapa mereka melakukan ini? Ya elaaaaah..namanya juga jualan,trik marketing to yooooo...piye to sampean ini.Coba bayangkan kalau beli ponsel atau barang elektronik harga mahal,sementara pemnjual bilang "gak ada garansinya",kita tentu gak mau kan....pikiran was was membayangi setiap langkah kehidupan(kayak di tinggal mantan kawin aja). Namun berbeda jika kita mendengar kata ,"tenang..ada garansinya kok",perasaan tenang dala hati itu seperti datang dari langit....siiiiiuuuuuut...slleeeeeeeeeep.....adeeeeeem. Padahal,ini adalah permulaan kita terjerumus dalam kegelapan....(solawatan dulu dong biar ada cahaya).Bagaimana tidak,kita langsung percaya pada omngan si penjual dengan senjata kartu garansi dan modal jigongnya serta beberapa kata sakti,"kan ada kartu garasnsinya di dalam". Pokonya miriplah kayak mau dapat utangan duwit ketika kepepet......(ah eloe...ngapain ketawa,hobi ngutang ya...)Tiba tiba ada angin segar seperti di kipasin sama kokoh penjual HP itu...sama kayak dengar adzan magrib waktu ramadhan. Tahukah kamu bahwa garansi ponsel yang di berikan oleh vendor atau produsen di Indonesia hanyalah omong kosong belaka.Ini hanya pemanis jualan saja,tidak lebih dari itu. Beberapa lriteria garansi resmi adalah :
  1. Rusak karena cacat pabrik
  2. Rusak karena pemakaian normal,tidak jatuh dan tidak terkena cairan



Namun sekali lagi konsumen banyak yang tertipu oleh iming iming garansi ini.Apalagi jika merek ponsel ini sudah terkenal.Kebanyakan tidak menjaga after sales atau purna jual.Jadi seakan akan setelah ponsel laku dan berada di tangan pembeli,pihak vendor sudah selesei pekerjaanya.
Begitu juga dengan konter dan gerai penjualnya,dengan iming iming "membantu garansi" juga menjadi nilai jual tersendiri bagi konsumen untuk tergoda ketimbang gerai yang tidak menyertakan kata "membantu garansi".
Karena ketika ponsel rusak karena cacat pabrik atau pemakaian normal,nyayatanya mereka tidak mau bertanggung jawab.
Pihak gerai mengklaim bahwa pihak vendor memang tidak menyediakan garansi,dan gerai di rugikan oleh hal tersebut.
Jadi saling lempar tanggung jawab ini sangat merugikan konsumen,apalagi jika ponsel android yang kita beli harganya cukup mahal.Terbayangkan sakitnya tuh di sini kayak lagunya cita cita mulia...eh cita citata.
Kalau orang di kampung saya bilang "tangisan chino tenan",alias nangis darah berdarah darah sedarah darahnya.Gilaaaa...ajib bener nangisnya...ngalahin sinetron tangisan dari dalam kubur aja...


Lalu bagaimana agar kita tidak tertipu dengan garansi resmi?

Nha di sini saya kan mencoba menggilas..eh mengulas soal itu.

  1. Jangan beli android dengan harga murah dan merek abal abal.Murah kok minta garansi?lagian itulah penyebab HP yang kita beli "murah",garansinya tidak ada.
  2.  Jangan beli Hp dengan merek yang tidak jelas.Selain sulitnya garansi,HP dengan merk tidak jelas juga  berpengaruh pada after sales atau saat di jual kembali dan saat ada kerusakan,karena bisa di pastikan sparepart juga sulit atau bahkan tidak di temukan di pasaran.
    Misalnya HP dari luar negri dengan merk lokal di sana.Biasanya sih para TKW atau TKI yang suka membawa HP aneh dari Taiwan dan HK alias Hongkong.Jikalaupun anda memaksa membeli,anda sudah siap dengan resikonya.
  3. Jangan beli degan HP rekondisi atau sering di sebut refusbish atau HP yang di perbarui.Dulu era blackberry berjaya banyak sekali calon penikmat BB yang kepincut BB murah dari batam dengan label BM atau Black Market.Sejatinya HP BM adalah HP rekondisi,namun ada pula yang benar benar HP baru.
    Nha di era android saat ini justru malah iphone yang sering di rekondisi.Misalnya saja iphone 4s dan sepantaranya yang memang sudah out of product dari pihak Apel.Sebagian orang mengaku tak kuat atau sayang jika membeli sebuah gadget berlogo apel krowak ini lantaran harganya mahal sekali.Maka untuk mengakalinya mereka membeli barang bekas,atau barang rekondisi untuk tetap bisa merasakan sensasi memakai iphone.
    Namun begitu,banyak juga yang kecewa loh dengan barang rekondisi apalagi iphone rekondisi.Ketika pertama megang memang menyenangkan,semua tampak gress dan baru.G terbayang ternyata bisa punya ipin juga....(sebutan apel untuk orang indnesia adalah ipin).
    Namun jika cermat ada bagian bagian tertentu yang tak layak pakai,contoh saja tombol home yang keras,atau speaker yang sember dan lain lain.
    Kebanyakan kasus barang rekondisi atau refusbish adalah ketika di pakai tidak berapa lama,contohnya 3 minggu sampai 4 bulan sudah mengalami kerusakan parah.
    Ya broo..namanya juga barang rekondisi...barang cacat pabrik yang di perbarui,atau bahkan barang seken di perbarui,di ganti kasing dll.Namun tidak semua barang rekondisi gampang rusak,ada juga loh yang awet kayak istri tua...gak mati mati maksudnya..kwakwakwkakawa.
  4. Jangan beli HP bekas yang fisiknya terlalu parah,terlihat pernah jatuh.Meski masih berumur 1 hari,1 minggu,1 bulan dan masih ada garansinya,jangan pernah beli HP dengan kondisi seperti yang saya sebutkan.Kita tidak tahu kan jatuhnya gimana,kecelup air atau tidak.Ya meskipun ada kartu garansi dan pada msa garansi tentu tetap tidak berlaku garansinya.Harganya yang murah tentu juga menggiurkan kita untuk membeli.Tapi inget bro...kalo besok mati mau di pakai apa itu barang?Maksud saya HPnya yang mati,kalau orangnya yang mati sih itu udah lain cerita.
    Tetap ada perasaan menyesal membeli kan meski murah.Sebagian orang malah merasa di repotkan oleh barang murah dan rusak....karena gadget itu sekarang ibarat selingkuhan,kemana mana di pegang bahkan yang di pake kerja juga ada...(masa selingkuhan di pake kerja?)
  5. .Jangan percaya garansi 100%.Ya maksud saya adalah dengan berfikir begitu,kita akan hati hati dalam menggunakan HP.Meminimalisir kecelakaan akan lebih baik daripada berharap akan datangnya garansi.


Jadi mari kita mengubah pola pikir kita soal garansi,apapun barangnya,kecuali kita memang meng-asuransikan barang kita.Namun tidak semua barang bisa di asuransikan to..mengingat nilai barang tidak seberapa.
Back To Top